Selasa, 19 Juli 2011

Manusia Bau Tanah....

Mudik 5 hari di Lampung (29 Juni 2011 - 3 Juli 2011) cukup untuk melepas rasa rindu saya pada keluarga terutama pada Abah dan Emak, menyaksikan aqad nikah abang yang penuh hikmah, dan tentu saja ispirasi sawah di belakang rumah saya.

Yup! ini bukan catatan tentang jasa orang tua terhadap anaknya, atau kerinduan seorang anak terhadap orang tuanya, dan juga bukan tentang proses menikahnya abang saya. ini adalah tentang pak Dayat yang menginspirasi, Pak Dayat tetangga sebelah rumah yang menggarap sawah di belakang rumah saya.



Suatu hari pak Dayat sedang membersihkan rumput di sela-sela tanaman padi dengan garukan rumput khusus untuk di sawah, orang-orang di sana menyebutnya dengan "Ngoyos". Ketika sedang menggaruk rumput tiba-tiba kaki pak Dayat menginjang cangkang keong emas yang telah mati, kaki Pak Dayat berdarah dan segera ia mengambil lumpur yang dalam dan dioleskan kebagian lukanya.



Saya heran, kenapa luka dikasih lumpur, bukannya lumpur itu kotor?
Pak Dayat mengatakan bahwa orang tua jaman dulu biasa menggunakan lumpur untuk mengobati luka. Mungkin karena manusia itu berasal dari tanah sehingga lumpur cocok jadi obat. begitulah pemikiran Pak Dayat.

Saya hanya nyengir (Setuju aja lah daripada benjol). Tetapi memang benar bahwa lumpur/tanah itu mengandung tetracycline dan tetarolite yang dapat digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman, ini bukan menurut saya tapi menurut Dr. Al Isma'lawi Al-Muhajir, peneliti kesehatan.

Tanah memang luar biasa, namun tidak semua orang menyadari dan bisa mengambil pelajaran dari tanah. Padahal hidung yang mancung (yang pesek juga), mata yang indah (yang belo juga), wajah yang menarik (yang sangat tidak menarik juga) semuanya berasal dari tanah.

Allah berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah" (Al-Mukminun: 12)

beberapa sahabat meriwayatkan (dalam buku The Vision of islam) bahwa ketika Allah akan menciptakan manusia, Allah memerintahkan Israfil untuk mengambil tanah dari 4 penjuru bumi. maka berangkatlah Israfil ke bumi untuk melaksanakan perintah Allah. Namun ketika Israfil hendak mengambil tanah, dengan serta merta bumi menolak bagian dirinya diambil untuk dijadikan makhluk yang bernama manusia.

Israfil kebingungan, ia kemudian menceritakan kepada Allah apa yang telah terjadi. Lalu Allah memerintahkan agar Mikail saja yang pergi ke bumi untuk menjelaskan bahwa Allah akan menciptakan manusia yang bahan dasarnya adalah tanah. Namun Mikail pun kembali dengan tangan hampa. Allah pun mengutus Jibril, tetapi alasan yang sama pula yang didapat oleh Jibril.

Akhirnya Allah mengutus Izrail dan menyampaikan kepada bumi bahwa Allah tidak akan mengambil bagian dirinya untuk dijadikan manusia, tetapi bagian tersebut hanya dipinjam dan pasti akan dikembalikan lagi. Bumi menyetujui bahwa tanah yang digunakan untuk membuat manusia itu harus dikembalikan ke tempat asalnya. Izrail pun berhasil membawa tanah dari 4 penjuru bumi dan sekaligus ditugaskan untuk mengembalikan tanah itu kembali pada saatnya.

Sejak saat itu, Izrail sangat sibuk menjemput ruh manusia agar jasad yang berasal dari tanah itu dapat dikembalikan ke tempat asalanya, yaitu bumi.


Jika kita teliti, benarlah bahwa jasad yang kita bangga-banggakan ini berasal dari tanah dan tentu saja akan kembali ke tanah. Lihatlah rantai makanan, semua terpusat pada satu produsen yaitu tumbuhan, dan tumbuhan dapat hidup karena menyerap nutrisi yang berasal dari tanah. Nutrisi yang berasal dari tanah itu akan terus terserap hingga menjadi nutrisi manusia yang menyebabkan manusia mempunyai tangan, hidung, telinga, kaki dan sebagainya.

Benarlah firman Allah dalam surat Al-Mukminun 12 di atas.
Betapa sombongnya manusia yang mencela si hidung pesek, si kulit gelap, si bibir tebal dan sebutan lainnya. Mereka tidak menyadari bahwa jasad yang ia punya hanya pinjaman, dan yang meminjamkan selalu menyaksikan tingkah itu. Sehingga sangatlah wajar jika hari ini ataupun besok alam tidak lagi bersahabat dengan manusia, karena selain manusia itu perusak, mereka juga tidak pernah menyadari asal muasal dan tempat kembalinya.

Janganlah kita berjalan dimuka bumi dengan menyombongkan diri, merasa diri lebih baik dari orang lain, karena yang akan menjadi pembeda kelak adalah Taqwa. Firman Allah:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (Al-Hujurat: 13).

Semoga Ramadhan nanti Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menikmatinya, dan di akhirnya kita terlahir kembali menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa. Seperti firman Allah:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah 183).

Aamiin yaa Mujiibas Saailiin...

3 komentar:

  1. Kata "Manusia" dalam artikel ini bermaksud kepada manusia-manusia tertentu, bukan manusia seluruhnya.

    BalasHapus
  2. mangga teh, ini mah bebas yang penting masih dalam koridor kebaikan, ga izin juga ga apa2 :-)

    BalasHapus