Adalah seorang Janda miskin paruh baya bernama wanti. Pekerjaannya hanyalah sebagai tukang sapu jalan di depan kantor kejaksaan. Pekerjaannya itu dia lakoni penuh dengan semangat tanpa rasa malu apalagi mengeluh. Dia cukup bahagia dengan apa yang dilakukannya selama ini, tiap hari dia berdoa agar Tuhan tetap menjaga pohon-pohon besar di pinggir jalan tetap berdiri dan tumbuh dengan subur.Suatu hari anaknya bertanya kepada Wanti tentang doa yang sering dia panjatkan.
Anak Wanti; "Ibu, mengapa setiap selesai sembahyang ibu selalu memohon agar pohon-pohon tetap berdiri dan terpelihara?"
Wanti menjawab dengan senyum: "Nak, Kalau pohon itu tetap hidup, artinya akan ada dedaunan yang gugur ke jalan. Dengan begitu ibu tetap bisa mencari nafkah buat makan kita sehari-hari."
Anaknya bertanya lagi: "Mengapa ibu tidak berdoa langsung saja meminta rejeki yang banyak?"
Wanti menjawab: "Jika kamu ingin berhasil, maka kamu harus tahu proses menuju keberhasilan itu dan memohon agar setiap proses yang kamu jalani mendapatkan hasil dan bernilai terhadap hidupmu, Agar kita dapat mensyukuri setiap lekuk kehidupan ini."
Anak Wanti: "Oooh, begitu..."
Alangkah miris jika hari ini kita meminta agar Allah selalu memberikan kesehatan kepada kita, namun kita melupakan ni'mat air bersih, sinar matahari yang cukup, oksigen yang kita hirup setiap harinya. Instan itu memang menyenangkan, namun justru akan melupakan kita kepada hal-hal kecil yang sangat esensial dalam kehidupan kita.Pernahkah ketika kita terbangun kemudian meminta agar hari ini Allah mencukupkan kita dengan air yang bersih, makanan yang sehat, oksigen yang jauh dari polusi kemudian ketika kita merebahkan diri berterima kasih atas hal-hal yang kita anggap kecil tadi.
Jika kita pandai berterima kasih terhadap orang yang menunjukkan ada remah nasi di dagu/pipi kita. maka sepatutnya kita lebih pandai berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan kita hidup hari ini.
Teruslah hidup dengan menebar kebaikan, meski kebaikan itu hanya sebesar atom.
_Sumber: Inspirasi menjopraknya Assalam (Kosan tercinta)_
_Sumber: Inspirasi menjopraknya Assalam (Kosan tercinta)_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar