Ketika kita membicarakan tentang hobi, hampir setiap orang mengatakan bahwa makan/minum itu bukan hobi melainkan kebutuhan, kebutuhan yang apabila kita tinggalkan maka akan berdampak buruk terhadap tubuh kita. Tapi sadarkah kita bahwa ada banyak kebutuhan yang terlupakan, kebutuhan akan ilmu yang salah satunya di tuntut dengan membaca.
Banyak orang menginginkan perubahan dalam hidupnya hanya dengan berfikir tapi tidak pernah membaca. Mereka disibukkan dengan berfikir apa yang akan dilakukan untuk masa depan, namun tidak pernah membaca bagaimana masa depan itu bisa diraih. Maka sepatutnyalah kita membalikkan paradigma dengan membaca terlebih dahulu, baru kemudian berfikir.
Van Sauter mengatakan: “Hari ini Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang, kecuali dua hal : orang-orang di sekeliling Anda dan buku-buku yang Anda baca”.
Banyak orang menginginkan perubahan dalam hidupnya hanya dengan berfikir tapi tidak pernah membaca. Mereka disibukkan dengan berfikir apa yang akan dilakukan untuk masa depan, namun tidak pernah membaca bagaimana masa depan itu bisa diraih. Maka sepatutnyalah kita membalikkan paradigma dengan membaca terlebih dahulu, baru kemudian berfikir.Paradigma “Membaca-Berfikir” ini telah dicontohkan kisah agung Nabi Ibrahim a.s pada saat beliau mencari Tuhannya. Beliau membaca alam yang berisi bulan, bintang dan matahari yang pada akhirnya beliau membaca wahyu berupa 3 ekor burung yang dipotong-potong dan dihidupkan kembali oleh yang maha pencipta dan berakhir dengan satu kesimpulan bahwa Tuhan itu Allah yang esa.
Bahkan perintah pertama yang datang kepada Rasulullah SAW adalah perintah membaca. Membaca dengan nama Tuhan dan membaca ilmu pengetahuan, proses kejadian manusialah sebagai salah satu contohnya.
Salah satu proses penciptaan manusia adalah diciptakannya mata, dua pasang mata adalah anugerah yang tidak bisa ditebus dengan apapun. Dengan mata kita bisa menilai keindahan, dengan mata kita bisa membaca, dan dengan mata pula kita bisa menemukan jalan. Sehingga dengan mata kita dapat membaca suatu keindahan untuk menemukan jalan, jalan kepada-Nya
Begitu pentingnya membaca sehingga seorang yahudi berceloteh "Kami sudah tidak takut kepada umat Islam, karena umat Islam bukan umat yang suka membaca". Sebuah ejekan yang pantas!
Ya, membaca adalah sebuah kebutuhan. Tidak mungkin dikatakan sehat apabila rumah tidak mempunyai jendela, maka apakah mungkin jiwa dan fikiran kita dikatakan sehat jika kita malas membaca buku? Karena buku adalah jendela ilmu.
“buku yang baik sekali dibaca mencerdaskan, dibaca berikutnya mencerahkan. Sedangkan buku yang buruk sekali dibaca menyenangkan, dibaca berikutnya membosankan”
(Inspiring Words for Writers)
Buku diatas segala ilmu adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang akan mencerdaskan dan mencerahkan sekaligus penunjuk jalan bagi pembacanya. Jika anda tidak percaya, berarti anda belum pernah membacanya.
Karena hobi saya adalah Touring, Bukan Membaca!
Ayo membaca 3x sehari biar kenyang :-)
Ayo membaca 3x sehari biar kenyang :-)

membaca membuka hati, pikiran dan wawasan
BalasHapustiada satupun orang sukses yang malas membaca, jadi bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu agar apa yang kita dapatkan dengan membaca menjadi berkah dan manfaat bagi yang lainnya ^^