Jika kita pernah menyaksikan film dokumenter tentang sifat dan kebiasaan beberapa hewan, maka tidak asing bagi kita mendengar kata “Salmon”. Ikan salmon adalah ikan laut yang memiliki kebiasaan unik diantara ikan-ikan lainnya, salmon memiliki sifat Katadromus yaitu bermigrasi dari air laut menuju air tawar untuk berkembang biak. Hal ini tentu saja membuat Salmon istimewa karena pada umumnya ikan laut tidak tahan dengan kondisi air tawar yang mempunyai salinitas rendah, sebaliknya ikan air tawar pun tidak tahan dengan kondisi air laut.
Rabu, 24 Agustus 2011
Sabtu, 13 Agustus 2011
Instan itu beresiko!
Adalah seorang Janda miskin paruh baya bernama wanti. Pekerjaannya hanyalah sebagai tukang sapu jalan di depan kantor kejaksaan. Pekerjaannya itu dia lakoni penuh dengan semangat tanpa rasa malu apalagi mengeluh. Dia cukup bahagia dengan apa yang dilakukannya selama ini, tiap hari dia berdoa agar Tuhan tetap menjaga pohon-pohon besar di pinggir jalan tetap berdiri dan tumbuh dengan subur.Suatu hari anaknya bertanya kepada Wanti tentang doa yang sering dia panjatkan.
Anak Wanti; "Ibu, mengapa setiap selesai sembahyang ibu selalu memohon agar pohon-pohon tetap berdiri dan terpelihara?"
Wanti menjawab dengan senyum: "Nak, Kalau pohon itu tetap hidup, artinya akan ada dedaunan yang gugur ke jalan. Dengan begitu ibu tetap bisa mencari nafkah buat makan kita sehari-hari."
Selasa, 19 Juli 2011
Manusia Bau Tanah....
Mudik 5 hari di Lampung (29 Juni 2011 - 3 Juli 2011) cukup untuk melepas rasa rindu saya pada keluarga terutama pada Abah dan Emak, menyaksikan aqad nikah abang yang penuh hikmah, dan tentu saja ispirasi sawah di belakang rumah saya.
Yup! ini bukan catatan tentang jasa orang tua terhadap anaknya, atau kerinduan seorang anak terhadap orang tuanya, dan juga bukan tentang proses menikahnya abang saya. ini adalah tentang pak Dayat yang menginspirasi, Pak Dayat tetangga sebelah rumah yang menggarap sawah di belakang rumah saya.
Senin, 27 Juni 2011
Air Padam Disiram Api...???
Judulnya menyimpang...
Tapi memang sudah menjadi kebiasaan saya tiap sore (jam 4) mengunjungi arboretum untuk sekedar membaca buku atau menyiram tanaman supaya tanaman itu sakit, aneh kan???
Tapi sore ini (Senin, 27 juni 211) suasananya sangat berbeda.
Berbeda karena ada teman dekat yang menemani, ada yang memberi oleh-oleh dadakan dan yang paling menonjol adalah di sana-sini banyak pasangan kekasih yang sedang "mojok" dan foto-foto aurat tidak karuan.
Teman saya bilang: "Ga nyaman kang...beda sama hari-hari biasanya. Arboretum dipenuhi orang rapat, ngaji dan kelompok orang yang belajar."
Tapi memang sudah menjadi kebiasaan saya tiap sore (jam 4) mengunjungi arboretum untuk sekedar membaca buku atau menyiram tanaman supaya tanaman itu sakit, aneh kan???
Tapi sore ini (Senin, 27 juni 211) suasananya sangat berbeda.
Berbeda karena ada teman dekat yang menemani, ada yang memberi oleh-oleh dadakan dan yang paling menonjol adalah di sana-sini banyak pasangan kekasih yang sedang "mojok" dan foto-foto aurat tidak karuan.
Teman saya bilang: "Ga nyaman kang...beda sama hari-hari biasanya. Arboretum dipenuhi orang rapat, ngaji dan kelompok orang yang belajar."
Jumat, 24 Juni 2011
Pengen Kaya, Ya Kaya Aja....
Dahulu ada sebuah kisah tentang seorang Ulama yang terkenal dengan kezuhudannya.
Sang ulama tinggal di pinggiran kota baghdad, semua orang telah mengetahui ihwal ulama tersebut.
Berita tentang ulama itu akhirnya sampai juga kepada seorang pemuda lajang yang sedang bersemangat menuntut ilmu, pemuda itu sangat tertarik untuk belajar tentang hakikat zuhud kepada ulama yang terkenal itu.
Segera pemuda itu merencanakan perjalanan ke baghdad, bekal dipersiapkan dan pertanyaan-pertanyaan pun telah di tulis untuk diajukan kepada ulama calon gurunya itu. akhirnya berangkatlah pemuda itu dengan hati yang gembira dan perasaan yang beraduk dengan penasaran. "Seperti apakah ulama zuhud yang terkenal itu...?" pikirnya.
Bertanya disetiap simpang jalan, berlari kecil mengejar sesorang jika ia melihat seorang berpakaian seperti seorang ahli ibadah, bertanya-tanya dalam hati dan tentu saja beristirahat ketika ia lelah. itulah yang dilakukannya diperjalanan.
Tibalah pemuda itu disebuah pasar di tepi kota.
Pemuda itu bertanya pada seorang pedagang: "Pak, apakah bapak tahu di mana rumah syaikh Hasan Al-Bashri?"
Pedagang itu menjawab: "Hampir semua orang di sini tahu tentang beliau, Rumahnya di ujung belokan sebelah kanan jalan".
Pemuda itu langsung bergegas menuju alamat yang pedagang tadi sebutkan, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat sebuah rumah yang sangat besar dengan pagar yang tinggi lengkap dengan penjaga dan pos satpamnya (kira-kira gitu lah kalo ngeliat rumah-rumah di Pondok Indah mah, hehe).
Pemuda itu bergumam: "masa iya seorang zuhud mempunyai rumah sebesar ini dengan para pembantu yang banyak? ah, jangan-jangan aku ditipu oleh orang-orang yang menyebarkan berita tentangnya". pemuda itu mulai ragu, ia membalikkan badannya berniat ingin pulang.
Ketika baru saja melangkahkan kakinya, seorang kusir memanggilnya.
Kusir: "Hai Pemuda, apakah engkau ingin bertemu dengan Syaikh Hasan Al-Bashri?"
Pemuda: "Tadinya aku berharap demikian, aku ingin sekali belajar tentang zuhud kepadanya, tapi setelah aku melihat apa yang dia punya, harta yang melimpah dan pengawal serta pembantu rumahnya yang banyak, lebih baik aku pulang saja".
Kusir: "Tuan memang sedang tidak ada. Tapi, Biarlah aku mengantarmu sambil kita berjalan-jalan dahulu mengelilingi kota baghdad agar perjalananmu sedikit tak sia-sia"
Pemuda: "Baiklah, Terima kasih tumpangannya".
Kusir: "Silakan naik, di dekat tempat duduk ada gelas berisi air, tolong engkau pegang dengan kedua tanganmu agar tak tumpah".
Pemuda: "Baiklah..."
Kusir tersebut membawa pemuda itu berkeliling kota baghdad yang gemerlap, kota 1001 malam yang sangat mengesankan, kota ilmu pengetahuan yang selalu ingin dikunjungi setiap penuntut ilmu.
Akhirnya mereka sampai diperbatasan kota.
Kusir: "Bagaimana pendapatmu tentang kota baghdad? Indah dan ramai sekali bukan...?"
Pemuda: "Bagaimana aku bisa melihat sedangkan mataku tertuju pada gelas yang aku pegangi. Aku sama sekali tak sempat melihat keluar untuk menyaksikan indahnya kota baghdad!"
Kusir: "Itulah perumpamaan zuhud, walaupun kau tahu gemerlapnya dunia namun kau tetap memfokuskan segalanya kepada Allah semata"
Pemuda tersebut terkejut dengan perkataan sang kusir, ternyata pembantu rumah Hasan Al-Bashri saja sudah dapat memberikan apa yang dia cari tentang hakikat zuhud yang sebenarnya. Dia mulai menitikkan air mata karena kesombongannya, karena segala sangkaan buruk kepada sang ulama.
Bahwa ternyata Zuhud bukan paksaan dan bukan pula karena kepepet. Zuhud adalah pilihan hidup.
HIDUP DENGAN LAYAK DAN TETAP BERSYUKUR...
-Cerita dari Salman-
:-) :-) :-) :-) :-) :-) :-)
Sang ulama tinggal di pinggiran kota baghdad, semua orang telah mengetahui ihwal ulama tersebut.
Berita tentang ulama itu akhirnya sampai juga kepada seorang pemuda lajang yang sedang bersemangat menuntut ilmu, pemuda itu sangat tertarik untuk belajar tentang hakikat zuhud kepada ulama yang terkenal itu.
Segera pemuda itu merencanakan perjalanan ke baghdad, bekal dipersiapkan dan pertanyaan-pertanyaan pun telah di tulis untuk diajukan kepada ulama calon gurunya itu. akhirnya berangkatlah pemuda itu dengan hati yang gembira dan perasaan yang beraduk dengan penasaran. "Seperti apakah ulama zuhud yang terkenal itu...?" pikirnya.
Bertanya disetiap simpang jalan, berlari kecil mengejar sesorang jika ia melihat seorang berpakaian seperti seorang ahli ibadah, bertanya-tanya dalam hati dan tentu saja beristirahat ketika ia lelah. itulah yang dilakukannya diperjalanan.
Tibalah pemuda itu disebuah pasar di tepi kota.Pemuda itu bertanya pada seorang pedagang: "Pak, apakah bapak tahu di mana rumah syaikh Hasan Al-Bashri?"
Pedagang itu menjawab: "Hampir semua orang di sini tahu tentang beliau, Rumahnya di ujung belokan sebelah kanan jalan".
Pemuda itu langsung bergegas menuju alamat yang pedagang tadi sebutkan, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat sebuah rumah yang sangat besar dengan pagar yang tinggi lengkap dengan penjaga dan pos satpamnya (kira-kira gitu lah kalo ngeliat rumah-rumah di Pondok Indah mah, hehe).
Pemuda itu bergumam: "masa iya seorang zuhud mempunyai rumah sebesar ini dengan para pembantu yang banyak? ah, jangan-jangan aku ditipu oleh orang-orang yang menyebarkan berita tentangnya". pemuda itu mulai ragu, ia membalikkan badannya berniat ingin pulang.
Ketika baru saja melangkahkan kakinya, seorang kusir memanggilnya.
Kusir: "Hai Pemuda, apakah engkau ingin bertemu dengan Syaikh Hasan Al-Bashri?"
Pemuda: "Tadinya aku berharap demikian, aku ingin sekali belajar tentang zuhud kepadanya, tapi setelah aku melihat apa yang dia punya, harta yang melimpah dan pengawal serta pembantu rumahnya yang banyak, lebih baik aku pulang saja".
Kusir: "Tuan memang sedang tidak ada. Tapi, Biarlah aku mengantarmu sambil kita berjalan-jalan dahulu mengelilingi kota baghdad agar perjalananmu sedikit tak sia-sia"
Pemuda: "Baiklah, Terima kasih tumpangannya".
Kusir: "Silakan naik, di dekat tempat duduk ada gelas berisi air, tolong engkau pegang dengan kedua tanganmu agar tak tumpah".
Pemuda: "Baiklah..."
Kusir tersebut membawa pemuda itu berkeliling kota baghdad yang gemerlap, kota 1001 malam yang sangat mengesankan, kota ilmu pengetahuan yang selalu ingin dikunjungi setiap penuntut ilmu.
Akhirnya mereka sampai diperbatasan kota.
Kusir: "Bagaimana pendapatmu tentang kota baghdad? Indah dan ramai sekali bukan...?"
Pemuda: "Bagaimana aku bisa melihat sedangkan mataku tertuju pada gelas yang aku pegangi. Aku sama sekali tak sempat melihat keluar untuk menyaksikan indahnya kota baghdad!"
Kusir: "Itulah perumpamaan zuhud, walaupun kau tahu gemerlapnya dunia namun kau tetap memfokuskan segalanya kepada Allah semata"
Pemuda tersebut terkejut dengan perkataan sang kusir, ternyata pembantu rumah Hasan Al-Bashri saja sudah dapat memberikan apa yang dia cari tentang hakikat zuhud yang sebenarnya. Dia mulai menitikkan air mata karena kesombongannya, karena segala sangkaan buruk kepada sang ulama.
Bahwa ternyata Zuhud bukan paksaan dan bukan pula karena kepepet. Zuhud adalah pilihan hidup.
HIDUP DENGAN LAYAK DAN TETAP BERSYUKUR...
-Cerita dari Salman-
:-) :-) :-) :-) :-) :-) :-)
Langganan:
Postingan (Atom)
