Sabtu, 11 Juni 2011

Bang Tholib..Akhirnya Pulang Juga :D


Paman saya pernah bercerita tentang tetangganya; Pak Tholib seorang engineer. Karena sangat rajin dan teliti, pak Tholib mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan perakitan mobil di Jakarta.

Dengan kemampuan yang luar biasa dan semangat serta keyakinan yang tinggi, pak Tholib telah menghasilkan mobil-mobil yang canggih, mewah, dan sporty selama lebih dari 35 tahun bekerja di sana.

Suatu hari, keinginan pak Tholib yang telah lama terpendam pun tercurah. Pak Tholib sudah merasa lelah dan ingin menikmati hari tua bersama istri dan keluarganya, harapan yang tentu saja mengorbankan pekerjaannya selama ini.

Ketika keinginannya disampaikan kepada pemilik perusahaan, pemilik perusahaan itu merasa sedih karena kahilangan karyawan terbaiknya, karyawan senior yang selalu memberikan motivasi bagi karyawan muda dan selalu menghasilkan karya yang luar biasa. Ia meminta kepada pak Tholib untuk membuatkan mobil untuk dirinya.

Dengan terpaksa pak Tholib menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan karena sebenarnya pak Tholib sudah sangat ingin berhenti. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek mobil itu. Ia juga Cuma menggunakan bahan-bahan dan onderdil sekedarnya.

Akhirnya selesailah mobil yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah mobil bagus. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat mobil yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci mobil pada pak Tholib. “Ini adalah mobilmu,” katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya pak Tholib, rasa malu dan menyesal bercampur menjadi satu. Seandainya
saja pak Tholib mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan mobil untuk dirinya
sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang istimewa, lain daripada yang lain.
Kini pak Tholib tinggal di sebuah komplek, dengan mobil yang tidak terlalu bagus dibandingkan dengan mobil-mobil tetangganya. Dan itu hasil karyanya sendiri.


Begitulah kehidupan yang kita jalani saat ini, seandainya kita adalah pak Tholib maka saat ini kita sedang mengerjakan proyek untuk diri kita sendiri. Kita menginginkan rumah, kendaraan, dan fasilitas kehidupan lainnya untuk masa depan. Maka kerjakanlah proyek masa depan ini dengan serius dan cara yang istimewa (lain daripada yang lain).

Namun sayangnya masa depan kita tidak sesempit itu, masih ada akhirat yang lebih abadi. Kita adalah para pekerja yang sedang membangun istana di Surga, bangunan kita di surga kelak akan ditentukan oleh kesungguhan hati, ketelitian dalam bekerja dan bahan-bahan bangunan yang digunakan selama di dunia.

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Q.S Al-An’am 162)

Semoga kita bisa menjadi orang-orang seperti dalam slogan Bang Kemas Mahmud; Muda penuh karya, tua bijaksana dan mati masuk surga, Amin.

4 komentar:

  1. kita sedang mengerjakan proyek untuk diri kita sendiri..jleb! kesindir sm kt2 ini :(. astaghfirulloh...

    BalasHapus
  2. dahsyat, renyah dan menginspirasi!

    BalasHapus
  3. bantu share kalo ada kesempatan :-)

    BalasHapus